Paket Upacara Panggih Pengantin Adat Jawa.
Harga Rp. 2.200.000.
Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi Bandung Cimahi dan Bali — Rumah Venue Outdoor Indoor.
Paket Upacara Panggih Pengantin Adat Jawa.
Harga Rp. 2.200.000.
Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi Bandung Cimahi dan Bali — Rumah Venue Outdoor Indoor.
Paket Standard = Rp. 2.200.000.
☑ MC.
☑ Pemandu adat.
☑ Kembar mayang.
☑ Pisang sanggan.
☑ Nasi kuning prosesi dulangan.
☑ Rujak degan.
☑ Daun sirih + telur + kembang setaman.
☑ Kain sindur.
☑ Perlengkapan kacar kucur.
☑ Peralatan prosesi panggih lainnya.
☑ Rekaman musik pengiring upacara.
Biaya paket belum termasuk:
✖ Pembawa kembar mayang.
✖ Pembawa pisang sanggan.
✖ Cucuk lampah.
✖ Biaya sewa venue dan charge semua vendor.
✖ Biaya transportasi (disesuaikan jarak).
✖ Dokumentasi foto dan video.
DP1 = Sudah masuk 30% dari total biaya.
DP2 = Sudah masuk 50% dari total biaya.
DP3 = Sudah masuk 70% dari total biaya.
Pelunasan paling lambat H-2.
Waktu tanggal jatuh tempo setiap pembayaran adalah disesuaikan dari kebutuhan tim dengan penyesuaian management yang akan tertera pada setiap invoicenya.
Diskusi secara langsung hanya di tempat kami atau kantor perwakilan dibeberapa wilayah.
Prosesi Upacara Panggih Adat Jawa.
1. Pisang Sanggan.
Penyerahan pisang sanggan dari keluarga pria kepada pihak mempelai wanita. Proses penyerahan sanggan ditandai dengan tibanya pengantin pria, yang diapit oleh para sesepuh pria dan dipimpin langsung oleh pembawa sanggan dari rombongan keluarga.
2. Kembar Mayang.
Kembar Mayang diserahkan atau dibawa ke hadapan mempelai sebagai simbol bertemunya dua insan yang sah dan lambang kesiapan membangun keluarga.
3. Balangan Gantal.
Pengantin saling melempar daun sirih yang diikat benang lawe. Ini menyimbolkan pertemuan pandangan dan kasih sayang yang saling terpaut.
4. Ngidek Tigan (Injak Telur).
Mempelai pria menginjak sebutir telur ayam hingga pecah, dan mempelai wanita membasuh kaki suaminya (Wijikan). Ritual ini bermakna kesucian dan kesetiaan istri kepada suami.
5. Junjung Derajat.
Melambangkan pengantin pria yang mengangkat atau menopang istrinya untuk berdiri sejajar dengannya, yang bermakna suami akan mengangkat derajat, martabat, dan menjadi pelindung bagi sang istri.
6. Sinduran.
Kedua mempelai diselimuti dengan kain sindur merah putih oleh ayah mempelai wanita, lalu dituntun menuju pelaminan. Ini melambangkan perlindungan dan bimbingan orang tua.
7. Bobot Timbang.
Pengantin duduk di pangkuan ayah mempelai wanita. Maknanya, kedua mempelai sama-sama dicintai dan memiliki kedudukan yang sama di mata keluarga.
8. Kacar-Kucur.
Mempelai pria menaburkan biji-bijian, kacang, dan uang logam ke pangkuan mempelai wanita. Hal ini melambangkan suami yang bertanggung jawab mencari nafkah dan mengelola keuangan bersama.
9. Dulangan (Dahar Khalimah).
Kedua pengantin saling menyuapi nasi kuning, menyimbolkan kerukunan dan komitmen saling berbagi dalam susah maupun senang.Sungkeman: Pengantin bersimpuh di hadapan kedua orang tua untuk memohon maaf dan doa restu.
10. Rujak Degan.
Kedua mempelai dan orang tua mempelai wanita mencicipi rujak degan, yakni minuman yang terbuat dari serutan kelapa muda dicampur gula merah, sehingga rasanya manis dan segar. Prosesi ini memiliki makna kerukunan dan kebersamaan. Bahwa segala sesuatunya yang manis tidak dinikmati sendiri, melainkan harus dibagi bersama dengan seluruh anggota keluarga.
11. Sungkem.
Sungkeman menjadi penutup yang sempurna dari rangkaian panjang prosesi panggih adat Jawa. Pada tahap ini, kedua mempelai akan bersujud di hadapan orang tua mereka sebagai bentuk memohon doa restu sekaligus meminta maaf akan segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah dilakukan semasa hidup. Doa yang disematkan adalah berupa pengharapan agar rumah tangga keduanya selalu dilimpahi oleh kebahagiaan yang tak pernah terputus.