Paket Standard = Rp. 2.700.000.
☑ MC upacara adat panggih.
☑ Pemandu adat.
☑ Kembar mayang.
☑ Pisang sanggan.
☑ Nasi kuning prosesi dulangan.
☑ Syarat adat lainnya.
☑ Peralatan prosesi panggih.
☑ Rekaman musik pengiring upacara.
☑ Biaya transportasi.
Apakah ada pricelist PDF atau lainnya?
Tidak Ada ! Semua daftar harga dapat dilihat melalui media website atau aplikasi kami, kenaikan maupun turun harga serta perubahan detail juga mengacu pada website atau aplikasi.
Silahkan cek icon menu utama website di samping logo untuk pricelist dari berbagai layanan kami.
DP adalah mengikat harga apabila terjadi perubahan dikemudian hari sehingga biaya adalah tetap sama sesuai kontrak kerja yang disepakati.
Siapa saja yang menjadi vendornya?
Pada dasarnya semua perangkat upacara adat dilayani oleh tim Larisia WO Catering sendiri, namun dalam beberapa hal seperti:
Bentrok Tanggal.
Terkadang dalam satu tanggal terdapat beberapa event, sehingga membutuhkan bantuan dari beberapa rekanan vendor terbaik yang sudah dipilih berdasarkan kinerja dan kredibilitasnya.
Informasi mengenai vendor baru bisa disampaikan setelah mengetahui tanggal, jam, dan lokasi acara terkait cek ketersediaan slot kosong masing-masing dari vendor.
Apa saja tahapan dan proses kerjanya?
Melakukan diskusi baik melalui whatsapp atau datang langsung ke kantor.
Melakukan Pembayaran DP1.
DP1 merupakan bukti tanda jadi kedua belah pihak dalam melakukan kerja sama dalam layanan acara adat panggih — DP1 tidak hangus apabila terjadi pembatalan, namun tidak dapat diuangkan kembali, hanya bisa digunakan untuk pembelian produk dari Larisia WO Catering.
Melakukan DP2 hingga pelunasan.
Menunggu hingga saatnya hari H tim melaksanakan layanan untuk upacara adat panggih.
Bagaimana skema pembayarannya?
DP1 = Sudah masuk 50% dari total biaya.
DP2 = Sudah masuk 70% dari total biaya.
Pelunasan paling lambat H-2.
Tanggal jatuh tempo setiap pembayaran adalah disesuaikan dari kebutuhan tim dan penyesuaian management, akan tertera pada setiap invoicenya.
Biaya jika terjadi pembatalan.
DP1 = Tidak hangus.
Apabila Sudah DP2 = Potongan 50% dari total biaya.
Pengembalian dana diproses selama 14 hari kerja.
Berikut ini adalah prosesi dari tahapan inti upacara panggih adat Jawa yang berdurasi sekitar 60 menit:
1. Pisang Sanggan.
Penyerahan pisang sanggan dari keluarga pria kepada pihak mempelai wanita. Proses penyerahan sanggan ditandai dengan tibanya pengantin pria, yang diapit oleh para sesepuh pria dan dipimpin langsung oleh pembawa sanggan dari rombongan keluarga.
2. Kembar Mayang.
Kembar Mayang diserahkan atau dibawa ke hadapan mempelai sebagai simbol bertemunya dua insan yang sah dan lambang kesiapan membangun keluarga.
3. Balangan Gantal.
Pengantin saling melempar daun sirih yang diikat benang lawe. Ini menyimbolkan pertemuan pandangan dan kasih sayang yang saling terpaut.
4. Ngidak Tigan (Menginjak Telur).
Mempelai pria menginjak sebutir telur ayam hingga pecah, dan mempelai wanita membasuh kaki suaminya (Wijikan). Ritual ini bermakna kesucian dan kesetiaan istri kepada suami.
5. Junjung Drajat.
Melambangkan pengantin pria yang mengangkat atau menopang istrinya untuk berdiri sejajar dengannya, yang bermakna suami akan mengangkat derajat, martabat, dan menjadi pelindung bagi sang istri.
6. Sinduran.
Kedua mempelai diselimuti dengan kain sindur merah putih oleh ayah mempelai wanita, lalu dituntun menuju pelaminan. Ini melambangkan perlindungan dan bimbingan orang tua.
7. Bobot Timbang.
Pengantin duduk di pangkuan ayah mempelai wanita. Maknanya, kedua mempelai sama-sama dicintai dan memiliki kedudukan yang sama di mata keluarga.
8. Kacar-Kucur.
Mempelai pria menaburkan biji-bijian, kacang, dan uang logam ke pangkuan mempelai wanita. Hal ini melambangkan suami yang bertanggung jawab mencari nafkah dan mengelola keuangan bersama.
9. Dulangan (Dahar Khalimah).
Kedua pengantin saling menyuapi nasi kuning, menyimbolkan kerukunan dan komitmen saling berbagi dalam susah maupun senang.Sungkeman: Pengantin bersimpuh di hadapan kedua orang tua untuk memohon maaf dan doa restu.
10. Rujak Degan.
Kedua mempelai dan orang tua mempelai wanita mencicipi rujak degan, yakni minuman yang terbuat dari serutan kelapa muda dicampur gula merah, sehingga rasanya manis dan segar. Prosesi ini memiliki makna kerukunan dan kebersamaan. Bahwa segala sesuatunya yang manis tidak dinikmati sendiri, melainkan harus dibagi bersama dengan seluruh anggota keluarga.
11. Sungkem.
Sungkeman menjadi penutup yang sempurna dari rangkaian panjang prosesi panggih adat Jawa. Pada tahap ini, kedua mempelai akan bersujud di hadapan orang tua mereka sebagai bentuk memohon doa restu sekaligus meminta maaf akan segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah dilakukan semasa hidup. Doa yang disematkan adalah berupa pengharapan agar rumah tangga keduanya selalu dilimpahi oleh kebahagiaan yang tak pernah terputus.